Jodoh adalah salah satu misteri kehidupan yang paling diburu setiap orang .Terkadang keinginan untuk berjodoh dengan seseorang mengalahkan logikan dam mampu meruntuhkan iman . Oleh sebab itu, sifat qanaah dan ikhlas harus mampu dihadirkan tatkala jodoh sudah ditentukan oleh Allah SWT . Demikian halnya dengan Ikhtiar dalam menjemput jodoh .Memang jodoh sudah ditentukan , tapi bukankah kita belum mengetahui siapa jodoh kita ? oleh karena itu , ikhtiar dengan islami dan tidak melanggar aturan syarak sangat dianjurkan .
Jodoh merupakan pasangan hidup yang akan membawa kita pada ketentraman , pada sakinah . Sakinah berarti tentram . Jodoh adalah pasangan yang akan membuat kita tentram melebihi pada saat kita lajang . lafadz litaskunuu ilaihaa merupakan illah (sebab) diciptakannya pasangan hidup bagi manusia .
Jodoh telah tertulis di Lauhul Mahfudz sejak zaman azali . Mekanisme jodoh sendiri seperti halnya mekanisme ajal , tidak dimajukan atau di undurkan . Sebagaimana dalam friman Allah SWT :
" Dan diantara tanda_tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri , supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya , dan dijadikan-Nya diantara mu rasa kasih dan sayang . Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir . (Q.S.Ar-Rum [30]:21)
"Dan bahwasannya Dialah yang emnciptakan berpasangan-pasangan pria dan wanita " (Q.S. An-Najm [53]:45)
" Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasangan-pasangan supaya kamu meningat kebesaran Allah" (Q.S. Adz-Dzaariyat [51]:49)
Pada ketiga ayat tersebut , Allah menjelaskan bahwasannya setiap manusia memiliki pasangan (jodoh) . Allah-lah yang mempertemukan mereka , agar tampak kebesaran Allah dan menjadikan mereka sebagai hamba-Nya yang bersyukur .Ketetapan Allah inilah yang disebut sebagai qadha . Sementara, kemampuan seseorang untuk menemukan jodohnya karena mendapatkan jodoh memerlukan usaha-usaha sebagai qadha . mengapaa ??? Karena mekanisme jodoh adalah unik , seperti halnya dalam ayat berikut :
" wanita-wanita yang keji adalah untuk lelaki yang keji , dan lelaki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk lelaki yang baik dan lelaki yang baik adalah untuk wanita yang baik (pula).Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu).bagi mereka ampunan dan rezeki yang mulia (syurga)."
(Q.S.An-Nur [24]:26)
Dalam ayat tersebut , Allah menjelaskan bahwa jodoh orang-orang yang beriman tentu saja adlah perempuan yang beriman . sedangkan jodoh bagi orang ingkar , adalah perempuan yang ingkar .
Asbabun nuzul dari ayat ini , sebagaimana yang dijelaskan didalam tafsir Ibnu katsir , adalah peritiwa fitnah yang dialami oleh Aisyah r.a. dengan Shafwan bin Muaththal r.a. .keduannya dituduh oleh kaum munafikin telah melakukan skandal perselingkuhan dibelakang Rasulullah SAW . Fitnah ini mampu mengguncang Madinah kala itu . Peristiwa tersebut terjadi setelah berakhirnya perang dengan Bani Musthaliq pada tahun 5 Hijriah di bulan Sya'ban . Fitnah ini semakin menjadi tatkala Abullah bin Ubay turut mengipasnya . Salah satu tokoh munafikin ini ternyata sangat senang dengan adanya peluang unutk memfitnah keluarga RAsulullah SAW . Akhirnya Allah membersihkan tuduhan keji tersebut dengan turunnya ayat 11 hingga 26 surat An-Nuur . Allah menjelaskan bahwa jodoh orang mukmin tentu saja wanita yang mukmin pula . Hal ini merupakan jaminan dari ALalah dan isyarat bahwa tidak mungkin wanita briman seperti Aisyah r.a. melakukan perbuatan terlarang tersebut . Oleh sebab itu , syarak pun turut memberikan tuntunan dalam pemilihan jodoh .Walaupun kita tahu bahwa Allah telah menentukan jodoh kita , bukan berarti kita hanya bersifat fatalis tanpa melakukan usaha apapun untuk menjemput jodoh tersebut .
Dalam surah An-Nur [24]:26, telah dijelaskan bahwa jodoh lelaki beriman tentu saja wnaita beriman , demikian juga sebaliknya . DEngan demikian , usaha menjadi seseorang yang beriman dan taat kepada Allah merupakan salah satu Ikhtiar untuk mendapatkan jodoh yang baik dan shalih/shalihah . Sementara tanpa penjagaan dari iman , jodoh yang buruk dan memberikan pengaruh negatif akan didapatkan .
Pemilihan jodoh bersifta ikhtiar , maka pada area ini manusia akan dihisab . Jodoh yang sesuai dengan tuntunan syarak , seperti seiman , taat kepada Allah , penyayang dan bertanggung jawab , merupakan rumusn yang tepat saat memilih jodoh . Jangan menganggap bahwa seorang muslimah yang menikah dengan laki-laki kafir merupakan qadha dari Allah . karena ia sendiri yang telah memilih dan melakukan pelanggaran syarak . Islam mengharamkan muslimah menikah dengan orang kafir . Demikian pula bagi kaum lelaki muslim , syarak telah menjelaskan , bagaimanapun seoarang wanita musyrik memikat hati . jauh lebih baik wanita beriman . Hal ini dijelaskan secara rincipada ayat berikut :
" Dan janganlah kamu menikahi wanita-wanita musyrik , sebelum mereka beriman . Sesungguhnya wnaita budak yang mukmin lebih baik dari wanita musyrik , walaupin ia menarik hatimu . Dan janganlah kamu menikahkan orang-orang musyrik (dengan) wanita-wanita (mukmin) sebelum mereka beriman . Sesungguhnya budak yang mukmin lebih baik dari orang musyrik , walaupin dia menarik hatimu . mereka mengajak ke neraka , sedang Allah mengajak ke syurga dan ampunan dengan izin-Nya . Dan Allah menerangkan ayat-ayat -Nya (perintah-perintah-Nya) kepada manusis supaya mereka mengambil pelajaran ." (Q.S. Al-Baqarah[2]:21)
Aturan lainnya adalah memilih jodoh yang memiliki akhlak yang baik , bukan seorang pezina ataupun seseorang jauh dari tuntunan Allah . hal ini dijelaskan dalam ayat berikut :
" Laki-laki yang berzina tidak mengawini melainkan perempuan yang berzina , atau perempuan yang musyrik;dan perempuan yang berzina tidak dikawini melainkan oleh laki-laki yang berzina atau laki-laki musyrik , dan yang demikian itu diharamkan atas orang-orang yang mukmin ."(Q.S.An-Nuur[24]:3)
Dari ayat tersebut , jelaslah bahwa timbangan kebaikan ,akhlak , perilaku dan keimanan merupakan kriteria dari pemilihanan jodoh , bukan dari kecantikan atau ketampanan . Hendaknya kita memilih dari kriteria harta dan kekayaan yang dimiliki atau dari keturunan yang tergaris . Kecenderungan diri seseorang pada oranglain juga tidak diutamakan jika ternyata orang yang kita sukai juah dari Allah , tidak elok akhlaknya , tidak shalat , bergaul bebas , tidak mengindahkan kewajiban , dan tidak pula memiliki ideologi islam . Hadist berikut akan mengurangi hal tersebut :
Dari Abu Hurairah r.a., Rasulullah SAW.bersabda "Seoarang wanita itu dinikahi karena empat perkara : karen hartanya , karena garis keturunannya , karena kecantikannya , dan karena agamanya . pilihlah yang baik agamanya maka engkau akan beruntung." (H.R.Bukhari dan Muslim)
Syarak telah menetukan kriteria jodoh terbaik , maka kewajiban seoarang muslim adalah untuk mengusahakan nya .Oleh sebab itu, perempuan manapun yang shalihah dan baik akhlaknya tentu saja jauh lebih baik dari perempuan musyrik dan yang tidak baik akhlaknya . Memilih jodoh merupakan perkara yang sifatnya ikhtiar dan akan dihisab kelak . jangan hanya dengan alasan cinta , sesorang mengabaikan kriteria tersebut sehingga mnedapatkan murka ALlah dengan beragam peringatan , misalnya rumah tangga tidak bahagia , selalu digoncang masalah , dan tertundanya memiliki keturunan . Seseorang yang menyukai laki-laki muslim maupun perempuan muslim , tetapi belum berjodoh , tidaklah perlu meneggelamkan diri dalam kedukaan karena hal ini hanya akan menghabiskan waktu . Masih banyak perempuan shalihah atau lelaki shalih yang dapat menjadikan pasangan hidup . Di sinilah qadha dan ketetapan Allah berlaku . Kelapangan hati untuk menerima nya dan memohon agar mendapatkan pengganti yang jauh lebih baik adalah sangat dianjurkan . Bukankah hanya Allah yang tahu mana yang tebaik untuk kita ???
Kita hanyalah manusia yang terbatas , fana , serta tidak memiliki kempuan untuk mengetahui masa depan .
" Bolej jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi(pula) kamu menyukai sesuatu , padahal ia amat buruk bagimu;Allah mengetahui , sednag kamu tidak mengetahui"(Al-Baqarah[2]:216)
Maha Besar Allah yang telah mmeberikan tuntunan untuk hidup lebih baik dan sesuai dengan ketentuan-Nya pada kita . sebagaimana jodoh , syarak telah memberikan pemahaman yang jelas dan gamblang . sebaik-baik pondasi untuk mencintai pasangan adalah pondasi keimanan kepada Allah . Dengan demikian , rasa cinta yang kita miliki akan abadi , tidak fana . Sementara , kecintaan yang berlebihan pada makhluk Allah tanpa didasarkan dengan keimanan hanya akan membuat kedukaan dan hati sakit . Jadi , untuk apa mencintai makhlluk-Nya melebihi kecintaan kepada ALlah ? Sungguh , Allah Maha Mulia dan lebih dari apapun . Membentengi diri dengan keimanan kepada Allah akan membuat kita terlindungi dari sakit hati akibat tidak mendapatkan jodoh yang kita sukai atau mungkin terambilnya jodoh kita karena ketetapan Allah yang lainnya . Mahasuci Allah , hanya kepada Allah-lah kita berharap dan memohon .
Fastabiqul khairat , wassalamu'alaikum . wr . wb !
Sumber : Puspita RM (Yaa Allah tunjukilah jalan yang lurus)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar